Pemerintahan dan PolitikPendidikan

Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Kalbar Gelar Kick Off KEJAR Masif di Pontianak

×

Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Kalbar Gelar Kick Off KEJAR Masif di Pontianak

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Kick Off Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Masif dan Cerdas Berinvestasi Pasar Modal yang dimotori oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat digelar di Gedung Garuda Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kota Pontianak.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mewakili Gubernur Kalbar Drs. H. Ria Norsan, Kepala OJK Kalimantan Barat, Rohma Hidayati, perwakilan dari Direktorat Inklusi Keuangan OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Bank Kalbar, Bank Mandiri, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Barat.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Rohma Hidayati, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

“Ya pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai pondasi utama menuju Generasi Emas 2045. Kurang dari 20 tahun lagi, Indonesia genap 100 tahun. Ini adalah momen krusial. Literasi keuangan harus ditanamkan sejak dini, agar generasi muda siap menyongsong tantangan masa depan,” tegas Rohma, di Pontianak, Selasa (5/8/25).

Dijelaskan Rohma dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional berada pada angka 66,64 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sudah mencapai 92,74 persen.

“Untuk indeks literasi keuangan pada usia di bawah 17 tahun saat ini baru mencapai pada angka 51,86 persen, masih di bawah rata-rata nasional,” kata Rohma.

Lebih jauh Rohma mengatakan Kalimantan Barat telah mencatatkan prestasi sebagai wilayah implementasi program KEJAR terbaik kategori provinsi selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2023 hingga 2024.

“Untuk tahun ini, OJK menargetkan keberhasilan serupa melalui eskalasi program KEJAR, integrasi Bank Mini dan GIE, serta sinergi antar pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan dan keuangan,” tukas Rohma.*/

Laporan : Devi Lahendra 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *