Channeltujuh.com, PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat (Kalbar) atau Bank Kalbar menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan khitanan massal pada Sabtu 5 Juli 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dana Pensiun Bank Kalbar, Jalan Budi Karya, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Sebanyak 150 anak dari berbagai wilayah di Pontianak mengikuti kegiatan khitanan massal ini. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat, Harry Ronaldi Mahaputrawan, yang hadir mewakili Gubernur Kalbar, didampingi oleh Yuse Chaidi Amzar, selaku Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah Bank Kalbar.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Kalimantan Barat, Harry Ronaldi menyampaikan apresiasinya atas langkah sosial yang diambil oleh Bank Kalbar.
“Bank Kalbar bersinergi membantu masyarakat dalam kepedulian sosial, mengisi kegiatan ulang tahun dengan gerakan yang langsung menyentuh masyarakat,” kata Harry.
Marsis, selaku Koordinator Khitanan Massal HUT Bank Kalbar ke-61, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Bank Kalbar dalam merayakan ulang tahunnya.
“Khitanan massal ini adalah wujud kepedulian Bank Kalbar terhadap masyarakat. Tahun lalu kami juga melaksanakan kegiatan serupa dengan jumlah peserta yang sama,” jelas Marsis.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Bank Kalbar ke-61, Zainuddin, menjelaskan bahwa khitanan massal bukan satu-satunya kegiatan sosial yang digelar. Dalam rangkaian HUT Bank Kalbar tahun ini juga terdapat aksi donor darah dari karyawan, dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan pembagian sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini menjadi cerminan nyata komitmen Bank Kalbar untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak solidaritas sosial di Kalimantan Barat,” kata Zainuddin.*/
Laporan : Devi Lahendra












