Channeltujuh.com, BENGKAYANG – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura (Tpr), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Jamalluael, memimpin pengamanan Very Very Important Person (VVIP) sekaligus mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke wilayah Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.
Rangkaian kunker Presiden diawali dengan penyambutan di Bandara Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya. Selanjutnya Prabowo Subianto melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal kedua di Lapangan Udara (Lanud) Harry Hadisoemantri, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.
Panen Jagung perdana tersebut merupakan bagian dari program besar pemerintah dalam rangka Gerakan Tanam (Gertam) jagung serentak satu juta hektar, yang dilaksanakan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kolaborasi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Usai panen hagung bersama para pejabat dan masyarakat, Prabowo Subianto juga berkesempatan melepas secara resmi ekspor perdana jagung hasil panen Kabupaten Bengkayang ke wilayah Kuching, Sarawak, Malaysia. Komoditi jagung di Bengkayang saat ini mengalami surplus sehingga diijinkan untuk diekspor melalui pintu perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.
Selanjutnya Presiden melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) peresmian 18 Gudang Produksi Jagung Pangan Merah Putih. Untuk di Kalimantan Barat Gudang Produksi Jagung telah dibangun pemerintah di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Gudang ini berkapasitas hingga 5.000 ton dan mampu mengeringkan jagung hingga 300 ton per hari.
Dalam sambutannya Presiden Prabowo Subianto menegaskan bangsa yang tidak mampu memproduksi pangannya sendiri tidak bisa disebut benar-benar merdeka. Ia mendorong setiap provinsi untuk mencapai swasembada pangan.
“Indonesia tidak boleh hanya swasembada secara nasional. Setiap provinsi harus swasembada. Ini kunci kemerdekaan kita,” tegas Prabowo di Bengkayang, Kamis (5/6/25).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memerlukan strategi khusus untuk mencapai kedaulatan pangan.
“Saya bersyukur, saat dipilih rakyat, saya dikelilingi tokoh-tokoh patriotik. Saya memberi strategi dan tujuan, tapi saya butuh orang-orang yang bisa mewujudkannya. Kalau tidak, itu hanya jadi mimpi besar,” ucap Prabowo.
Prabowo menyebutkan bahwa saat ini Indonesia mulai berdiri di atas kaki sendiri dan tak lagi takut akan masa depan. Ia menyambut baik peningkatan produksi jagung yang signifikan.
“Kalau tahun lalu kita masih impor jagung, tahun 2026 kita tidak perlu impor lagi. Produksi per hektare yang sebelumnya hanya 4 ton, kini bisa mencapai 6 ton hingga 7 ton. Kuartal pertama ini, produksi naik 48 persen,” jelasnya.
Untuk diketahui, selama lawatan Presiden di Bengkayang, Pangdam dan Kapolda selalu koordinasi dan mengarahkan langsung personel Satgas Pengamanan VVIP.*/
Laporan : Sumber Penerangan Daerah Militer XII/Tpr
Editor : Devi Lahendra
![]()













