Channeltujuh.com, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi seluruh Dunia (Hakordia) yang jatuh pada tanggal 9 Desember, Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) bersama Tim Media Centre akan melakukan lawatan muhibah ke Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) atau Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) di Kuching, Sarawak, Malaysia pada tanggal 25 Desember 2024 hingga 31 Desember 2024. Lawatan ini bertujuan untuk berdiskusi tentang penanganan korupsi lintas negara.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKI, Burhanudin Abdullah atau yang akrab disapa Burhan menegaskan pentingnya kolaborasi kedua negara dalam mencegah dan memberantas praktik korupsi.
“Korupsi bisa saja terjadi di kedua negara, sehingga pencegahan sejak dini sangat diperlukan. Peringatan Hakordia menjadi momen penting bagi LAKI untuk mendapatkan informasi terkini terkait penanganan korupsi oleh SPRM khususnya di Malaysia wilayah Sarawak,” tegas Burhan di Jakarta, Jumat (7/12/24).
Lanjut Burhan mengatakan untuk menyemarakkan Hakordia 2024, dirinya menginstruksikan seluruh jajaran LAKI di Indonesia untuk memasang spanduk dengan tema Bangkit Melawan Korupsi Menuju Indonesia Emas 2045. Seruan serupa juga disampaikan kepada perwakilan LAKI di luar negeri yang bekerja sama dengan International Force Against Corruption (IFAC).
“Jangan beri kesempatan kepada koruptor untuk menari-nari di atas penderitaan rakyat. LAKI mengajak seluruh elemen masyarakat dunia bersatu melawan korupsi. Dengan persatuan dan kebersamaan, kita mampu memburu dan mencegah koruptor dari perbuatan tindakan korupsi,” sambung Burhan.
Lawatan ke SPRM Kuching, lanjut Burhan berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Malaysia dalam memberantas korupsi.
“Saya rasa lawatan ini menjadi sejarah bagi kita bangsa Indonesia dan Malaysia, apalagi dalam lawatan ini kita juga membawa beberapa media dari Indonesia yang tergabung di Media Center yang saya ketuai langsung. Semoga dari lawatan ini kita dapat membawa hasil yang baik antara Malaysia dan Indonesia,” tukas Burhan mengakhiri.*/
Laporan : Devi Lahendra












