Channeltujuh.com, PONTIANAK — Gelaran kejuaraan multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat (Kalbar) masih sangat lama karena dilaksanakan 2026 mendatang. Begitu juga perhelatan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Arung Jeram tingkat provinsi baru akan digelar pada September 2024 mendatang di Kabupaten Kapuas Hulu oleh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kapuas Hulu.
Namun, beberapa klub yang menjadi anggota FAJI seluruh Kalimantan Barat mulai mempersiapkan pengarung jeramnya yang akan masuk dalam daftar awak perahu utusan kabupaten atau kota pada kejuaraan provinsi mendatang.
Semula, menurut Ketua Pengkab FAJI Kabupaten Melawi, Oslan Junaidi, kejuaraan ini hanya tingkat Kabupaten Melawi saja, yang sifatnya mencari bibit atlet sekaligus meningkatkan jam terbang atlet yang telah dimilikinya.
“Namun antusias penggiat arung jeram di luar Melawi untuk ikut, maka kami putuskan sebagai ajang kompetisi terbuka antarklub seluruh Kalimantan Barat,” kata Oslan, di Pontianak, Kamis (20/6/24).
Ditempat yang sama Ketua Umum Pengurus Provinsi FAJI Kalimantan Barat, Yan Andria yang akrab disapa Yansu mengatakan selain sebagai ajang kejuaraan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi insan arung jeram di Kalimantan Barat.
“Tradisi para penggiat arung jeram di Kalimantan Barat, kalau ada ajang seperti ini juga biasanya kami manfaatkan untuk saling berbagi apa saja seputar arung jeram. Ya semacam kopi daratnya para pengarung jeram di Kalimantan Barat,” kata Yansu.
Kejuaraan yang digelar di Sungai Kelawai, Desa Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan ini, lanjut Yansu mengatakan, akan mempertandingkan kelas R4, yakni setiap perahu diawaki oleh empat orang pengarung jeram. Dengan kategori yang dilombakan yaitu Sprint, Head to Head dan Slalom.
“Sprint sendiri adalah jenis lomba yang mempertandingkan kecepatan dalam mendayung. Setiap perahu akan dilepas satu per satu untuk diambil yang tercepat sebagai juaranya. Berikutnya Head to Head yakni jenis lomba yang mengadu cepat dua perahu serta mulai bermain strategi dalam melintasi rintangan berupaya boyan atau balon apung yang harus diputari 360 derajat. Berikutnya adalah Slalom yakni mengadu keterampilan dalam mengendalilan perahu untuk meliuk-liuk melintasi sejumlah gawang yang digantung di badan sungai tanpa menyentuhnya,” jelas Yansu.
Yansu juga mengapresasi perhelatan yang diinisiasi sepenuhnya oleh Pengkab FAJI Melawi. Menurutnya, selain sebagai ajang menambah jam terbang atlet, kejuaraan ini juga sebagai evaluasi bagi para pengurus klub atas kesiapan masing-masing atletnya yang tengah disiapkan berlaga di ajang Kejurprov di Kabupaten Kapuas Hulu mendatang.
“Kejuaraan ini sendiri digelar pada tanggal 21 Juni 2024 sampai 23 Juni 2024 oleh Pengkab FAJI Melawi. Dan ini akan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Melawi, khususnya di sekitar area pertandingan. Waktunya pas sekali, karena disaat para atlet selama berbulan sebelumnya dipusatkan berlatih sesama rekan setimnya oleh masing-masing pengkab maupun pengkot, kini ada sparring partner dari tim lain di luar kabupatennya,” kata Yansu.*/
Laporan : Sumber Humas Pengprov FAJI Kalbar
Editor : Devi Lahendra
![]()













