NewsPemerintahan dan Politik

Sekda Landak Buka Rakor IDM Kabupaten Landak Tahun 2023

Channeltujuh.com, NGABANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Landak Vinsensius, membuka rapat koordinasi (rakor) evaluasi perkembangan desa Kabupaten Landak tahun 2023, penyematan lencana desa mandiri, penyerahan piagam penghargaan atas kinerja pengelolaan aset desa tahun anggaran 2022, dan penghargaan penerima alokasi kinerja melalui dana desa tahun 2023, di aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Pada kesempatan tersebut Vinsensius menyampikan bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan lingkungan atau ekologi yang digunakan untuk memotret perkembangan kemandirian desa berdasarkan implementasi undang-undang desa dengan dukungan dana desa serta pendamping desa.

“Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Selain itu dengan IDM, status kemajuan dan kemandirian desa dapat dijelaskan melalui penilaian terhadap dimensi indikator pembentuk IDM,” ujar Vinsensius, di Ngabang, Senin, (/3/4/23).

Vinsensius menyampaikan bahwa peningkatan status desa di Kabupaten Landak setiap tahunnya terjadi cukup signifikan. pada tahun 2022 jika dibandingkan dengan hasil survey pada tahun 2021, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan status desa terjadi cukup signifikan.

“Melihat hasil IDM tahun 2022 terdapat jumlah desa mandiri yang mengalami peningkatan sebanyak 17 desa yang sebelumnya hanya ada 13 desa mandiri kini menjadi 30 desa, desa maju bertambah lima desa, yang sebelumnya 26 desa kini menjadi 31 desa,” terang Vinsensius.

Dikatakannya bahwa desa berkembang bertambah sebanyak delapan desa, yang sebelumnya terdapat 63 desa kini menjadi 71 desa. Sedangkan jumlah desa tertinggal mengalami penurunan sebanyak 30 desa, yang sebelumnya terdapat 54 desa tertinggal kini menyisakan 24 desa. Sedangkan desa sangat tertinggal sudah nihil. Tentu penurunan jumlah desa sangat tertinggal ini terjadi karena adanya peningkatan status menjadi desa berkembang, maju dan mandiri.

“Pada kesempatan ini saya sangat mengapresiasi desa-desa yang sudah berhasil mencapai peningkatan status desanya. keberhasilan dan kelancaran pemutakhiran IDM yang dicapai pada tahun 2022 ini adalah hasil kolaborasi bersama, termasuk diantaranya, tenaga pendamping profesional dan pemerintah dari level desa, kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi sampai pusat serta masyarakat yang bergerak sesuai kewenangan dan tupoksi masing-masing,” tuturnya.*/

Laporan : Sumber Dinas Komunikasi dan Informatika Landak
Editor : Deckie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button