Budaya dan PariwisataNewsPemerintahan dan Politik

Naik Dango ke 36 di Landak, Bupati Landak : Kita Laksanakan Ritual Adat Saja

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama suami mengikuti Ritual Adat Naik Dango ke 36 yang bertempat di Rumah Radakng Aya’ Landak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Ritual Adat Naik Dango ke 36 ini juga turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Asisten 3 Setda Kalimantan Barat, Wakil Bupati Landak, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Landak yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Landak, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Landak, Komandan Batalyon Artileri Medan (Danyon Armed) 16/Komposit, Ketua DAD Kabupaten Mempawah, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Landak dan perwakilan kontingen Naik Dango dengan tetap melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya Karolin,  mengatakan bahwa kegiatan Naik Dango tahun 2021 masih dalam suasana pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sehingga dilakukan secara terbatas, sehingga ada dua agenda utama kegiatan yakni pertama Kegiatan Bahaupm dan yang kedua Ritual Adat Naik Dango yang merupakan upacara adat sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Jubata) atas keberhasilan panen padi oleh masyarakat Suku Dayak Kanayant.

“Inilah yang menjadi inti dari acara Naik Dango, namun dalam perkembangannya naik dango menjadi event pariwisata. Tetapi karena kita masih dalam suasana pandemi COVID-19 kita hanya melakukan ritual adatnya saja dan tidak ada perlombaan seni maupun olahraga tradisional,” terang Karolin, Selasa (27/4/21).

Karolin mengatakan dengan melaksanakan ritual adat Naik Dango di tingkat kabupaten ini, makan untuk ritual adat panen padi di Kabupaten Landak tidak ada lagi untuk tingkat kecamatan, desa maupun binua. Dalam ritual adat naik dango kali ini juga dilaksankan Pantang Balala’ Nagari dan Baliatn Ngobati Binua.

“Saya berpesan kepada semua tolong bantu pemerintah dengan mendukung kegiatan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), salah satu contoh dukungannya setelah kita sudah melaksanakan Naik Dango disini, Nyangahant sudah, acara adat sudah, tolong di kampung jangan lagi bikin acara,” pinta Karolin.

Sementara itu, Ketua DAD Kabupaten Landak, Heri Saman, menjelaskan bahwa pelaksanaan ritual ada naik dango yang berlangsung di Kabupaten Landak ini sudah sesuai dengan aturan dan protokol kesehatan dari pemerintah serta undangan yang terbatas dan perwakilan yang diutus dari tiga kabupaten.

“Sebelum melaksankan kegiatan ini kami diminta Bupati Landak untuk menerapkan protokol kesehatan dan aturan kebiasan baru, sehingga para perwakilan kontingen yang datang wajib melakukan swab antigen. Dan pelaksanaan Naik Dango ini memang benar-benar kita lakukan untuk melaksanakan ritual adat saja,” jelas Heri mengakhiri.*/

Laporan : Deckie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button