Berita

Reses di Jelimpo, Cornelis Ingatkan Pentingnya Pekarangan Produktif dan Lingkungan Sehat

13
×

Reses di Jelimpo, Cornelis Ingatkan Pentingnya Pekarangan Produktif dan Lingkungan Sehat

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, JELIMPO – Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Cornelis, melaksanakan kunjungan kerja reses perseorangan di enam titik wilayah Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, pada 19-21 Oktober 2026.

Dalam kunjungannya, Cornelis mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta kebersihan lingkungan sebagai tiga unsur utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Cornelis mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah, untuk menanam tanaman produktif seperti sayuran, cabai, jagung, singkong, dan buah-buahan. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus mendukung upaya swasembada pangan.

“Kalau ada tanah, manfaatkan untuk menanam. Jangan dibiarkan kosong. Kita harus membiasakan keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri. Tetapi ingat, makanan itu bukan hanya untuk kenyang, melainkan harus memenuhi kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil,” ujar Cornelis.

Mantan Bupati Landak dan Gubernur Kalimantan Barat dua periode tersebut juga menekankan pentingnya pencegahan stunting, khususnya selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia mengingatkan agar keluarga memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, termasuk konsumsi ikan, telur, sayuran, dan buah-buahan. Kecukupan gizi ibu hamil dan menyusui serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu juga perlu mendapat perhatian.

Selain persoalan pangan dan kesehatan, Cornelis menegaskan bahwa kebersihan lingkungan rumah, terutama fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), harus dijaga. Sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.

“Kalau makanannya sudah bergizi, tetapi lingkungan rumah kotor dan air tercemar, anak-anak tetap berisiko terkena penyakit. Jadi kesehatan, pangan, dan lingkungan tidak boleh dipisahkan. Ketiganya harus kita perhatikan bersama,” tegasnya.

Cornelis menjelaskan bahwa perhatian terhadap tiga persoalan tersebut telah menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat sejak 1979, mulai dari pegawai desa, camat, bupati, hingga gubernur.

“Saya selalu mengingatkan tiga hal ini karena kita ingin membangun generasi Kalimantan Barat yang sehat, pintar, dan cerdas. Pembangunan manusia tidak bisa dilakukan secara instan. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah dan bangsa,” pungkas Cornelis.*/

Loading

Penulis: Deckie Lawandera