Pemerintahan dan Politik

Kawal Target Pertanian Kementan, Karolin Pastikan Sinergi Pemkab Landak dan Pusat Berjalan Optimal

11
×

Kawal Target Pertanian Kementan, Karolin Pastikan Sinergi Pemkab Landak dan Pusat Berjalan Optimal

Sebarkan artikel ini

Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak tengah berupaya keras memenuhi target Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan Luas Tambah Tanam (LTT) meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.

Karolin menekankan bahwa komunikasi dan sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk mencapai target tersebut.

“Ya, kami terus berkoordinasi dengan baik provinsi maupun pusat ya,” ungkap Karolin, di Aula Kantor Bupati Landak, Ngabang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (22/9/26).

Karolin menyadari bahwa target dari pemerintah pusat cukup menantang, namun pihaknya optimis bisa mengejar ketertinggalan hingga akhir tahun.

“Karena penetapan target ini dari Menteri Pertanian. Kami terus mendorong agar kita di Kabupaten Landak bisa memenuhi target yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Kendala terbesar yang dihadapi petani Landak saat ini adalah musim kemarau atau fenomena El Nino yang membuat curah hujan tidak menentu. Hal ini membuat banyak petani memilih menahan diri untuk mulai bercocok tanam.

“Dengan belum turunnya hujan secara optimal di tempat kita ada beberapa petani di beberapa wilayah itu berdasarkan pantauan kami menunda menanam karena menunggu hujan lebih stabil,” jelas Karolin.

Menurut Karolin, penundaan ini adalah langkah logis bagi para petani agar tidak menanggung kerugian besar.

“Khawatir kalau ditanam terlalu awal akan mengalami kekeringan dan malah tidak tumbuh atau gagal panen,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Landak bersama Kementan telah menyalurkan bantuan dan membenahi sistem pengairan.

“Kita sudah mendapat bantuan pompa, kemudian beberapa saluran irigasi tersier juga terus dibenahi agar nanti sumber air yang ada itu bisa optimal untuk mengairi sawah,” beber Karolin.

Kendati demikian, untuk komoditas padi gogo, Karolin menyebutkan bahwa para petani memang masih harus pasrah menunggu turunnya hujan.

Sementara itu, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, menegaskan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memastikan kondisi riil di lapangan terekam dengan baik.

“Acara ini kami maksudkan untuk konsolidasi penyuluh di Kabupaten Landak dalam rangka monitoring dan evaluasi dari kegiatan-kegiatan Kementerian Pertanian yang ada di Kabupaten Landak,” ujar Anjar.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Anjar memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Bupati Karolin dalam memajukan sektor pertanian daerah.

“Saya yakin Kabupaten Landak ini salah satu kabupaten atau bahkan kabupaten yang paling di Provinsi Kalimantan Barat ini yang punya atensi terhadap pertanian yang sangat tinggi,” tegasnya.

Kemajuan pesat ini bahkan membuat Landak berhasil melampaui daerah lain yang secara tradisional dikenal sebagai lumbung padi Kalbar.

“Dua tiga tahun ini terakhir ini pertanian Kabupaten Landak ini apa namanya cukup tinggi peningkatannya, bahkan bisa mengalahkan dua kabupaten lainnya lumbung padi yaitu Kabupaten Sambas dan Kabupaten Mempawah,” pungkas Anjar.*/

Loading