Channeltujuh.com, NGABANG – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi membuka agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) ke-VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Ngabang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 9 Juni 2026.
Karolin menyoroti keras praktik instan dalam meraih prestasi olahraga, salah satunya dengan cara mendatangkan atau membeli atlet dari luar daerah. Ia menginstruksikan agar kepengurusan KONI Kabupaten Landak ke depan murni fokus pada pembinaan atlet lokal asli daerah.
“Kita mungkin bisa menang, dapat 100 medali, tapi atletnya beli semua. Jadi saya bilang berhenti itu semua, ke depan kita hanya akan pakai putra daerah Kabupaten Landak. Mau menang, mau kalah, tidak ada urusan, yang terpenting atletnya putra daerah,” tegas Karolin di hadapan para peserta Musorkab.
Menurut Karolin, hal tersebut sangat beralasan mengingat pembinaan dan keberangkatan atlet dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang notabene merupakan uang masyarakat Kabupaten Landak. Ia meminta para pengurus cabang olahraga (cabor) untuk tidak memaksakan diri jika memang tidak memiliki atlet potensial dari dalam daerah.
Selain menyoroti masalah asal atlet, Karolin juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi global dan nasional yang sedang tidak menentu. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan lebih selektif dalam mengirimkan atlet ke ajang kejuaraan.
“Penggunaan anggaran harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Landak. Nah oleh karena itu mungkin saya tidak akan bisa menyenangkan semua pihak, namun demikian tentu saja pemerintah daerah siap untuk bekerja sama, rembuk bersama-sama mencarikan jalan keluar agar kita bisa membawa nama baik Kabupaten Landak ke depan,” ujar Karolin.
Dorongan agar Bupati memimpin langsung KONI Landak juga disambut positif oleh jajaran pengurus di tingkat provinsi. Ketua Harian KONI Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Saupi, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Kalbar, menilai bahwa perpaduan antara kepala daerah dan ketua KONI akan mempercepat kemajuan olahraga di Landak.
“Kalau hari ini kita diciptakan, Bupatinya Ketua KONI, KONInya Bupati, Bupatinya punya pisau dan Bupatinya punya daging. Landak dengan potensi sumber daya yang memang banyak, saya yakin Bupati, Ketua KONI sekaligus ini bisa mencari sumber-sumber kemandirian,” ucap Saupi.*/













