Channeltujuh.com, PALA TENGAH – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan yang akrab disapa Sis turut memeriahkan dan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Gawai Dayak Makai Taon, Dusun Pala Tengah, Desa Pala Kota, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan tahunan ini, menurut Sis merupakan wujud nyata kerja sama dan gotong royong seluruh panitia serta warga yang telah berhasil melaksanakannya dengan lancar.
“Kekayaan budaya di Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki 22 sub suku Dayak. Hampir seluruh sub suku tersebut, secara rutin menggelar ungkapan syukur serupa. Intinya kita sebagai masyarakat Dayak bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah kita kerjakan, apa yang telah kita laksanakan selama satu tahun berjalan yang lalu, terutama masyarakat kita yang masih berladang atau bertani,” ucap Sis, di Pala Tengah, Sabtu (24/5/25).
Sis menambahkan, Gawai Dayak adalah wujud syukur atas berkat dan rezeki yang diterima, khususnya bagi mereka yang masih mengandalkan sektor pertanian.
“Kalau dulu para orang tua nenek moyang kita semua berladang dan bertani. Kalau sekarang sudah berbagai profesi, ada yang kerja swasta, peladang, pegawai negeri, guru, dan lain sebagainya,” jelas Sis.
Gawai Dayak juga menjadi kesempatan penting untuk melestarikan dan mempertahankan adat serta budaya. Sis secara khusus meminta agar generasi muda dilibatkan dalam kepanitiaan dan kegiatan ini.
“Kesempatan inilah, khususnya generasi-generasi muda kita harusnya dilibatkan, diikutsertakan dalam kepanitiaan ini, dalam kegiatan ini, sehingga mereka bisa melihat secara langsung bagaimana proses adat, proses kegiatan-kegiatan ini sedang berlangsung,” tegas Sis.
Sis khawatir, pandangan generasi muda terhadap Gawai Dayak kini cenderung terfokus pada acara hiburan semata, melupakan inti dari prosesi adat.
“Anak-anak muda tidak tertarik untuk melihat bagaimana proses prosesi adat ini berjalan, mereka hanya ingin acara hiburan,” kata Sis.
Sis berharap generasi muda memiliki rasa cinta dan kepemilikan yang kuat terhadap kebudayaan Dayak, bukan hanya hadir saat acara hiburan. “Jangan hanya mau hadir pada saat acara hiburan saja,” ujar Sis.
Sis juga tak henti-hentinya mengingatkan para orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh adat untuk terus mewariskan ilmu kepada generasi muda agar adat dan budaya tidak hilang atau punah.
“Anak cucu kita nanti harus mengetahui bagaimana proses-proses adat yang kita lakukan, jangan tahunya hanya hiburan saja,” tegas Sis.
Terakhir, Sis berpesan kepada panitia untuk senantiasa menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif selama pelaksanaan Gawai Dayak.
“Ketika acaranya sudah tidak kondusif, agar dihentikan saja daripada terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini semua untuk keamanan, kenyamanan, dan kebersamaan kita semua,” pungkas Sis.*/
Laporan : Sumber Humas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu
Editor : Deckie












