Channeltujuh.com, MERAKAI – Mendengar kata Tempe semua masyarakat Indonesia tahu, Tempe adalah makanan khas masyarakat Indonesia yang paling disukai sebagai lauk pauk, karena selain memiliki protein nabati yang tinggi, harganya juga sangat terjangkau. Inilah yang dibidik Agustinus Marianus, pembuat sekaligus penjual tempe dari Kecamatan Merakai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
“Usaha saya semakin lancar setelah mendapat dukungan modal usaha dari Bank Kalbar. Bank Kalbar dengan produk modal kerjanya mendorong usaha tempe saya semakin berkembang hingga sekarang,” kata Agustinus, di Merakai, Kamis (3/10/24).
Pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini mengaku sudah lama menetap di Kabupaten Sintang dan beristrikan warga Sintang. Untuk menghidupi keluarganya itu, Agustinus memilih usaha membuat tempe sekaligus menjualnya sendiri.
“Tempe inikan makanan untuk lauk pauk yang paling disukai masyarakat yang bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Harganya juga terjangkau dan enak, itulah sebabnya saya pilih usaha ini, dan terbukti memang selalu laris,” kata Agustinus.
Sejak tahun 2014 Agustinus telah memulai usaha tempenya. Dari memilih kacang kedelai kemudian direbus dan diolah menjadi tempe. Dia memulai usahanya dari kecil. Dibantu istrinya, dengan modal seadanya. Dari hari ke hari pasangan suami istri ini mengolah tempe untuk dijual.
“Dari sedikit demi sedikit itu jumlah produksi tempe saya semakin banyak hingga satu keranjang setiap minggunya dan dijual setiap hari,” ujar Agustinus.
Tempe produksi Agus terbilang laris dan disukai masyarakat, bahkan cukup membuat Agustinus kewalahan lantaran selalu kekurangan stok. Produksi satu keranjang tempe setiap minggunya, kurang cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Namun untuk menambah produksi, Agustinus tak memiliki modal.
“Saya bersama istri kemudian berdiskusi untuk semakin mengembangkan usaha ini, dan mencari tambahan modal. Akhirnya kami memilih Bank Kalbar yang bunganya lebih ringan dibanding tempat lain,” cerita Agustinus.
Suami istri ini pun memberanikan diri mengajukan pinjaman modal kerja di Bank Kalbar yang berslogan Bank Kite Punye Kite ini.
“Alhamdulillah, tak butuh waktu lama, pinjaman modal usaha kami disetujui,” ungkap Agustinus.
Dengan kucuran dana modal kerja tersebut, Agustinus bisa menambah produksi tempenya. Hanya dari satu keranjang tempe yang diproduksinya, hingga tiga keranjang tempe. Dari produksi tempenya itu, Agustinus mampu menghasilkan omset Rp 20 juta dalam setahun. Usaha tempe Agustinus terus berkembang, terlebih setelah didorong modal kerja oleh Bank Kalbar.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Bank Kalbar yang telah membantu mengembangkan usaha tempe ini. Berkat bantuan modal kerja dari Bank Kalbar, usaha tempe saya semakin berkembang sampai sekarang,” pungkas Agustinus.*/
Laporan : Sumber Humas Bank Kalbar
Editor : Devi Lahendra
![]()













