Dua Mobil Curian Asal Malaysia Masuk Wilayah Indonesia

Dua Mobil Curian Asal Malaysia Masuk Wilayah Indonesia

Channeltujuh.com, SANGGAU -- Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Malaysia sektor barat Provinsi Kalimantan Barat, Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 641/Beruang, Sabtu 1 Februari 2020, berhasil menggagalkan penyelundupan dua unit mobil asal Malaysia. Dua kendaraan tersebut diselundupkan masuk ke Indonesia melalui jalur perkebunan sawit PT. BJI di Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Upaya penggagalan kendaraan ilegal ini dilakukan Satgas Pamtas bersama dengan personel Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI), dan personel Komando Rayon Militer (Koramil) 1202-09/Jagoi Babang. Yang dipimpin Wadansatgas Yonif Raider 641/Beruang, Mayor Infanteri Dede Andriana. 

Adapun kedua unit mobil asal Malaysia tersebut adalah satu unit Toyota Vios 2007 dengan nomor polisi QS 9255 D dan satu unit mobil Toyota Altis 2013 dengan plat Malaysia nomor QAD 9986.

Dansatgas Pamtas Yonif 641/Beruang, Letkol Infanteri Kukuh Suharwiyono, saat menggelar press release menjelaskan kronologi kejadian bermula Wadansatgas yang menerima informasi dari BAIS TNI bahwa akan ada dua mobil yang masuk melalui jalur tikus di kebun sawit PT. BJI. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan membentuk tiga tim untuk melaksanakan pengamanan. 

"Tim satu terdiri empat personel dipimpin Lettu Infanteri Rio Bayu, melakukan pengintaian di jalur perkebunan sawit PT. BJI. Untuk tim dua terdiri enam personel dipimpin Kapten Infanteri Mifthakhul melakukan penutupan jalan pelolosan di jalur perkebunan sawit PT. BJI. Sedangkan tim tiga yang terdiri dari 10 personel dipimpin Mayor Infanteri Dede Andriana melakukan perkuatan menuju ke Desa Jagoi Babang," terang Kukuh, Senin (3/2/20).

Dan memang diketahui, lanjut Kukuh, dua mobil tersebut masuk ke wilayah Indonesia. Selanjutnya tim melaksanakan penghadangan sekira pukul 09.25 Wib (Minggu) kemarin dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti.

"Saat diamankan tim mengamankan empat orang pelaku diketahui berinisial H alias A (39) asal Lombok Nusa Tenggara Barat, buruh sawit di Desa Tanjung, Kecamatan Ledo,  Kabupaten Bengkayang. Syaiful (50), buruh sawit di Desa Seluas, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Rail (25) Bulukumba, buruh di Desa Seluas, dan A (31) Dayak, buruh kasar di Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Serta barang bukti dua unit mobil, uang tunai sebesar RM 1.394 atau setara Rp. 4.879.000, satu buah gunting besi, satu buah jam tangan perempuan, dua buah obeng, dua buah buku kuliah dan satu buah parang," jelas Kukuh.

Dikatakan Kukuh, dari keterangan para pelaku bahwa mobil tersebut rencananya akan dijual seharga Rp. 30.000.000 setiap unitnya kepada Donal. Dan pembayaran akan dilakukan jika kendaraan sudah sampai di gudang milik Donal yang beralamat di Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang.

"Dari hasil pemeriksaan, para pelaku masuk Malaysia dengan menggunakan kendaraan umum dan bermalam di Malaysia pada hari Kamis 30 Januari 202 kemudian pelaku dijemput oleh Aan, seorang warga negara Indonesia yang beralamat di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau," ungkap Kukuh.

Lanjut Kukuh, para pelaku mendatangi rumah yang beralamat di Taman Lotta Villa, Nomor 1850 Blok 1B, Kota Bau, Malaysia, kemudian melakukan penyekapan dan pengancaman terhadap pasangan suami istri dengan cara menodongkan senjata tajam. Selanjutnya para pelaku membawa lari dua unit mobil ke Indonesia melalui jalur perkebunan sawit PT. BJI. 

"Setelah barang bukti dan pelaku tertangkap, diamankan oleh Pos Kout Satgas Pamtas, kemudian pihak Polisi Malaysia memberikan konfirmasi kepada pihak Satgas Pamtas bahwa pelaku telah melakukan kegiatan kriminal pencurian, konfirmasi tersebut didapatkan dari pihak korban yang memberikan keterangan kepada Polisi Malaysia mengenai nomor plat mobil yang telah dicuri, setelah dilaksanakan pengecekan terhadap mobil yang dicuri ternyata ditemukan kecocokan info plat nomor mobil yang dicuri baik dari korban (WNA) maupun pelaku. Saat ini keempat pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kukuh.*/

Laporan : Sumber Pendam XII/Tanjungpura
Editor : Devi Lahendra

Bagikan :