Pemkab Landak Lakukan Verifikasi Data PKH Gunakan Aplikasi Elektronik

Pemkab Landak Lakukan Verifikasi Data PKH Gunakan Aplikasi Elektronik

Channeltujuh.com, NGABANG -- Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa melakukan rapat evaluasi dan pemutakhiran data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) melalui aplikasi e-PKH.


Rapat evaluasi tersebut digelar di aula kecil Kantor Bupati Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak, Mardimo, dan dihadiri oleh seluruh pendamping PKH seluruh Kabupaten Landak.


Dalam sambutannya Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak, Mardimo, mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk mengevaluasi pelaksanaan program, juga untuk memutakhirkan data melalui aplikasi e-PKH.


“Melalui kegiatan ini kita akan mengevaluasi pelaksanaan penyaluran bantuan sosial PKH yang sudah berjalan, kita diskusikan bersama apa kendala yang dihadapi para pendamping dilapangan,” kata Mardimo, Rabu (28/8/19).

 

Mardimo mengimbau para pendamping PKH yang hadir agar melakukan verifikasi dan melakukan entry komponen setiap bulannya, baik komponen pendidikan dan kesehatan untuk bulan Agustus, September, dan Oktober.


“Pendamping dimohon mulai melakukan entry data perubahan pada status Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari sekarang, jangan menumpuk kegiatan entry data diakhir bulan mendekati final closing,” imbau Mardimo.


Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, Mardimo, mengatakan bahwa saat ini pelaksanaan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan secara online di kabupaten Landak sudah berjalan cukup baik, walaupun masih ada beberapa tempat yang dilakukan secara offline.


“Penyaluran bantuan sosial PKH di Kabupaten Landak sudah berjalan cukup baik, kita sudah melaksanakan penyaluran PKH secara online meskipun masih ada beberapa titik penyaluran yang dilakukan secara offline,” ujar Mardimo.


Untuk itu Mardimo mengimbau kepada para pendamping PKH untuk turut mensosialisasikan program BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH karena sebagian besar KPM BPNT merupakan dari KPM PKH, agar tidak menimbulkan kkonflik alas an tidak tahu.


“Seiring akan diberlakukannya bantuan pangan non tunai (BPNT) pada bulan Septemtember mendatang, maka diharapkan para pendamping PKH juga mensosialisasikan program BPNT kepada KPM PKH dan BPNT, dimana sebagian besar KPM PKH adalah KPM BPNT,” tegas Mardimo.*/


Laporan : Deckie

Bagikan :