Merah Putih Akan Berkibar di Puncak TNBBR, Ini Harapan Bupati Sintang

Merah Putih Akan Berkibar di Puncak TNBBR, Ini Harapan Bupati Sintang

Channeltujuh.com, SINTANG -- Bupati Sintang, Jarot Winarno, melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Puncak Raya 2019 di Halaman Kantor Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR), Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.


Tim Ekspedisi Merah Putih Puncak Raya 2019 terdiri dari 10 orang dan dipimpin langsung Kepala Balai TNBBR, Agung Nugroho. Selain itu, Tim Ekspedisi Merah Putih Puncak Raya 2019 beranggotakan Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Kapuas (Unka) Sintang, perwakilan World Wide Fund for Nature (WWF) dan staf Balai TNBBR. Tim akan melakukan upacara bendera merah putih di puncak Bukit Raya pada 17 Agustus 2019. 

Bupati Sintang dihadapan Tim Ekspedisi Merah Putih Puncak Raya 2019 menyampaikan bahwa alam merupakan ibu pertiwi Indonesia maka itu harus belajar dari ibu pertiwi yakni alam. 

"Kita harus belajar banyak hal dari alam. Di Bukit Raya ini, saya sudah sampai di kaki bukit saja. Saya pernah ke Mentajoi dan Riyoi, Jelundung. Saya menganggumi Bukit Raya dan sebenarnya ingin ikut kesana. Saya bangga dengan tim ini. Saya melihat ada perubahan paradigma tentang kehidupan manusia. Dulu kita memanfaatkan alam untuk ekonomi masyarakat, eksploitasi alam yang masif. Saya sudah mencabut ijin dua perusahaan sawit di sekitar Jelundung. Sekarang lebih kuat ke ekonomi kreatif seperti ecotourism,” kata Jarot, Selasa (13/8/19). 

Kita terus bicara mengenai konservasi dan menjaga hutan, danau, Daerah Aliran Sungai (DAS), ekosistem esensial, lanjut Jarot mengatakan namun semua itu juga harus diikuti dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Kita harus membangun tanpa mengambil hak anak cucu kita nanti. Eskpedisi ini menunjukan bahwa kita fokus dengan SDM serta meningkatkan ecotourism. Kami sudah bangun jalan ke Desa Baras Nabun, jembatan Jokowi juga sudah jadi. Jadi saya dorong untuk tim menggunakan jalur darat menuju Desa Rantau Malam,” terang Jarot.

Jarot mengatakan di Sintang ada 41 desa masuk kawasan hutan termasuk Desa Rantau Malam dan Mentajoi. 

"Sampaikan kepada dunia, bahwa kawasan hutan ini bukan menjadi beban kami, tetapi kita harus memanfaatkan status ini untuk kemajuan desa dengan memanfaatkan hutan ini menjadi tujuan wisata alam sehingga masyarakat bisa menikmati juga dengan menyediakan jasa homestay dan porter. Saya dengar di sekitar Bukit Raya ada delapan spesies Burung Enggang. Ini membanggakan kita," kata Jarot.

Sementara itu Kepala Balai TNBBR menyampaikan bahwa ekspedisi merah putih ini dilaksanakan dalam rangka cara kami untuk ikut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 Tahun 2019. 

“Selain itu, kami ingin ikut mempromosikan kawasan TNBBR sebagai kawasan tujuan wisata alam, serta upaya kami meningkatkan budaya pelestarian alam. Tim dari TNBBR yang akan berangkat ada dua tim. Tim pertama dari Kalimantan Tengah sudah berangkat. Tim dari Kalimantan Barat berangkat hari ini. Setelah dilepas oleh Bupati Sintang. Tim akan berangkat menuju Desa Rantau Malam. Besok akan lanjut menuju puncak Bukit Raya. Saya akan pimpin langsung tim ini. Mohon doa supaya seluruh tim bisa berangkat dan pulang dengan selamat. Bukit Raya ini merupakan tempat wisata minat khusus andalan. Di Desa Rantau Malam saat ini sudah ada kelompok homestay, porter, dan transport yang merupakan warga asli Desa Rantau Malam. Jadi besar harapan kami agar wisata alam minat khusus ini kedepannya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat disana. Dua tim beserta rombongan lainnya akan bertemu di puncak Bukit Raya akan melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih pada 17 Agustus 2019 sekitar jam 10.00,” terang Agung.

Sedangkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNBBR, Doni Mala Perdana, menyampaikan bahwa selain tim dari Balai TNBBR, ada juga tim lain yakni even organizer dan seven summit yang sudah duluan. 

“Tim ini akan melaksanakan pendakian Puncak Bukit Raya sebagai puncak tertinggi di Kalimantan pada ketinggian 2.278 mdpl (meter di atas permukaan Iaut) melalui jalur pendakian Bukit Raya Kalimantan Barat yang akan dimulai dari Desa Rantau Malam di Kecamatan Nanga Serawai Kabupaten Sintang. Bagian puncak Bukit Raya secara administratif berada di Desa Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah, dan berada di Wilayah Kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah ll Kasongan TNBBR,” jelas Doni.*/

Laporan : Sumber Humas Pemkab Sintang
Editor : Deckie

Bagikan :