Memasuki Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Dandim 1207/Berdiri Sendiri

Memasuki Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Dandim 1207/Berdiri Sendiri

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Komandan Distrik Mileter (Dandim) 1207/Berdiri Sendiri Kolonel Arm. Stefie Jantje Nuhujanan, memimpin apel gelar perlengkapan untuk antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lapangan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1207/Berdiri Sendiri, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

 

Stefie mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak sekitar bulan Agustus-September akan menghadapi musim kemarau, sehingga Kodim 1207/Berdiri Sendiri merasa perlu untuk melakukan apel gelar perlengkapan dan pasukan untuk kesiapan prajurit dalam menghadapi Karhutla.

 

“Berdasarkan hasil pemetaan, ada lima wilayah Komando Rayon Militer (Koramil) yang menjadi titik rawan terjadinya Karhutla terutama di daerah Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan di wilayah Kota Pontianak hanya satu titik. Kelima Koramil tersebut meliputi, Koramil 1207-02/Pontianak Selatan, Koramil 1207-05/ Sungai Raya, Koramil 1207-06/Ambawang, Koramil 1207-07/Sungai Kakap dan Koramil 1207-11/ Batu Ampar,” terang Stefie, Rabu (10/7/19). 

 

Menurut Stefie, selama ini sudah ditekankan tentang semangat pencegahan dengan malakukan sosialisasi, memasang baner di setiap Koramil, terlebih dititik-titik yang sudah dipetakan yang setiap tahun terjadi kebakaran.

“Kita juga sudah memberikan himbauan melalui videotron yang ada di Kota Pontianak maupun yang ada di  Kabupaten Kubu Raya yang berisikan tentang dampak bahaya dari kebakaran dan aturan hukumnya apabila melanggar akan dikenakan hukuman pidana penjara,” kata Stefie. 

 

Selain itu juga, lanjut Stefie, mengatakan perlu sinergitas dan soliditas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Manggala Agni untuk bersama-sama turun ke lapangan melakukan kegiatan sosialisasi serta himbauan.

 

“Untuk masyarakat Kota Pontianak dan Kubu Raya supaya mencoba untuk merubah perilaku, merubah kultur yang selama ini pembukaan lahan dengan cara membakar dan dihimbau mencoba sama-sama membuka lahan tanpa membakar," pungkasnya.*/

 

Laporan : Devi Lahendra



Bagikan :