Bupati Sintang Buka PGD 2019 di Apang Semangai

Bupati Sintang Buka PGD 2019 di Apang Semangai

Channeltujuh.com, SINTANG – Bupati Sintang Jarot Winarno membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) 2019 ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali, pembukaan tempayan tuak pamali oleh Wakil Bupati Sintang, tarian massal oleh Sanggar Tariu Borneo.


Baca ini : Bupati Landak Buka Pawai Budaya Naik Dango ke 34 di Ngabang

 

“Mari kita majukan dan bangun masyarakat Dayak yang tinggal di pelosok Kabupaten Sintang. Tantangan Kabupaten Sintang ini adalah masih masuk kategori daerah tertinggal. Masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang juga harus bangga bahwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kalimantan Barat, semuanya yakni berjumlah empat orang merupakan berasal dari masyarakat Dayak,” demikian hal tersebut dikatakan Bupati Sintang, Jarot Winarno saat membuka Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke VIII tahun 2019 di Halaman Indoor Apang Semangai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa 9 Juli 2019.

 

Jarot mengatakan dirinya merasa senang mendengar semua kecamatan bisa mengikuti Gawai Dayak tahun 2019 ini. Menurutnya kebersamaan ini menjadi lokomotif kemajuan masyarakat Kabupaten Sintang.

 

“Sintang ini salah satu kabupaten yang memutuskan adanya hutan adat dan wilayah adat. Kami tidak hanya mengakui keberadaan masyarakat adat tetapi juga wilayah dan hutan adat. Kita terus dukung perkembangan seni budaya Dayak di Kabupaten Sintang,” kata Jarot.

 

Sementara itu Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, menyampaikan gawai merupakan ungkapan syukur masyarakat atas usaha yang sudah dilewati dengan panen padi.

 

“Ini gawai yang ke VIII. Gawai ini untuk ajang silaturahmi sesama masyarakat Dayak dengan etnis lain. Gawai ini sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Gawai juga untuk menyatukan konsep untuk mendukung pembangunan di Sintang.  Gawai juga bentuk pembinaan dan pengembangan seni budaya dan tradisi masyarakat Dayak,” kata Jeffray.


Baca ini : Hadiri Gawai Nyelepat di Kambong, Ini Pesan Bang RJ


Baca ini : Pangdam XII/Tanjungpura Buka Kunci Pintu Rumah Adat Dayak Ramin Bantang

 

Tema gawai kali ini, lanjut Jeffray mengatakan, untuk menjadi sudut fokus masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang. Yang ingin memperkuat jati diri masyarakat Dayak di tengah bangsa Indonesia.

 

“Gawai Ini merupakan program rutin DAD Kabupaten Sintang. Kami ingin melestarikan seni budaya yang ada. Pekan Gawai Dayak ini kami harapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Dayak dan masyarakat lainnya. Mari kita bersama-sama membangun masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang,” ujar Jeffray.

 

Menurut Jeffray, kemajuan jaman dan teknologi tidak mampu di bendung. Jangan sampai tertinggal oleh kemajuan jaman. Kembangkan dan bangun masyarakat Dayak di Sintang yang lebih maju lagi kedepannya.

 

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sintang yang sudah membangun secara fisik kawasan pedalaman. Kami minta dan dorong agar Pemerintah Kabupaten Sintang terus memfokuskan pembangunan kawasan terpencil dimana masyarakat Dayak tinggal. Kami juga minta agar pembangunan Rumah Betang Tampun Juah di Jerorra Satu segera tuntas. Di daerah lain, Betang sudah selesai. Bangunan ini penting dan menjadi simbol masyarakat Dayak. Saya senang ada beberapa lomba yang mulai dilaksanakan di Betang Tampun Juah. DAD Sintang juga menolak kelompok radikal di Kabupaten Sintang,” tegas Jeffray.

Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang tahun 2019, Yustinus, menyampaikan bahwa tujuan Gawai Dayak untuk menumbuhkan dan mempertahankan nilai seni budaya Dayak di Kabupaten Sintang.

 

“Gawai Dayak ini juga merupakan bentuk implementasi dari visi dan misi DAD Kabupaten Sintang. Gawai Dayak ini akan dipusatkan di depan Indoor Apang Semangai dan Rumah Betang Tampun Juah. Lomba-lomba tradisional seperti lomba menangkap babi akan kami laksanakan di Betang Tampun Juah dan lomba yang sudah modern seperti pemilihan bujang dara akan kami pusatkan di halaman Indoor Apang Semangai. Selama Pekan Gawai Dayak ini, kami sudah siapkan ada 17 jenis lomba yang akan dilaksanakan. Pada Pekan Gawai Dayak tahun 2019 ini, kami mengambil tema Dayak Bersatu, Dayak Maju dan Bermartabat. Kita berharap Dayak bisa bersatu, maju dan bermartabat. Kita maju dengan bermartabat. Seluruh kecamatan juga bisa hadir dan mengikuti kegiatan pekan gawai Dayak ini. Ikut membuka stand dan menjadi peserta berbagai perlombaan,” terang Yustinus.*/

 

Laporan : Sumber Humas Pemkab Sintang

Editor : Deckie


Bagikan :