Dengan Umi dan KUR, Karolin Yakin Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Dengan Umi dan KUR, Karolin Yakin Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Channeltujuh.com, NGABANG -- Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berharap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Ultra Mikro (UMi) dari pemerintah dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak.

 

Hal itu diungkapkan Karolin saat menghadiri Rapat Koordinasi Dana Desa, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Pelaksanaan Program Kresit Usaha Rakat (KUR), dan Penyaluran Ultra Mikro (UMi) di kabupaten Landak tahun 2019 yang digelar oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Landak bersama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Kalimantan Barat di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.


Baca ini : Kawal Penggunaan Dana Desa dan DAK Fisik, Ini yang Dilakukan Pemkab Landak

 

Rapat koordinasi ini menghadirkan langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral    Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan serta Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sanggau, Ika Hermini  Noviati dan dihadiri oleh Sekda Landak, Inspektur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak, perwakilan Camat, para pengelola DAK Fisik, perwakilan Kepala Desa, pimpinan cabang Bank di Kabupaten Landak, serta para pelaku usaha mikro.

 

“Dalam upaya membangun perekonomian masyarakat melalui program KUR  dan UMi yang merupakan program dari pemerintah maka peranan program ini sangat startegis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Landak,” kata Karolin, Rabu (22/5/19).

 

Karolin berharap bantuan dana yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) di kabupaten Landak dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak.

 

“Saya menekankan agar dana yang telah dialokasikan serta peluang yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, peningkatan layanan dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak ke arah yang lebih baik,” ujarnya.


Baca ini : Kawal Dana Desa, Karolin Teken MoU dengan Kejari Landak


Baca ini : Siapkan Pengacara, Bupati Landak Bantu Korban TPPO

 

Berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ditegaskan bahwa Usaha Mikro merupakan kewenangan  Pemerintah Kabupaten. Menurut data Satatistik per Desember 2018 diketahui bahwa bahwa saat ini ada 2.159 UMKM yang ada  di Kabupaten Landak. 

 

Melihat fenomena ini Karolin selaku kepala daerah mendukung adanya pembinaan dan pendanaan bagi pelaku usaha Mikro.

 

“Melihat kondisi yang ada di Kabupaten Landak ini maka mutlak harus dilakukan pembinaan dan pendanaan untuk menggerakan usaha mikro tersebut,” tegas Karolin.

 

Melalui Rakor yang diadakan ini Karolin berharap adanya sinergitas dan titik temu antara penyedia dana dengan pelaku usaha serta pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

 

“Melalui Rakor kita dapat menemukan titik temu antara penyedia dana dan pelaku usaha serta pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ini sangat penting karena dengan sinergisitas  kita semua  akan memperkuat Tata Kelola Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah yang baik sehingga meningkatkan kualitas produk menuju UMKM yang berkembang dapat kita wujudkan,” tukas Karolin.*/

 

Laporan : Deckie

 

Bagikan :