Di Kampus UPB, Bupati Cantik ini Ajak Mahasiswi Lanjutkan Perjuangan Kartini

Di Kampus UPB, Bupati Cantik ini Ajak Mahasiswi Lanjutkan Perjuangan Kartini

Channeltujuh.com, PONTIANAK -- Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjadi narasumber pada Seminar Kartini Peran Emansipasi Wanita Menghadapi Era Kepemimpinan Dalam Organisasi yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Panca Bakti (HIMMAN UPB) Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca ini : Forki Kalbar dan Kodam Tanjungpura Sepakat Memasyarakatkan Kareta di Kalbar

Karolin menjelaskan perjuangan Raden Ajeng (R.A) Kartini dalam melakukan perubahan besar di Indonesia dengan membuka emansispasi perempuan serta kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki sehingga dapat dirasakan oleh seluruh wanita di Indonesia hingga saat ini.

“Kita bisa melihat perjuangan R.A Kartini bukan karena dia seorang pemimpin perang, pemimpin wilayah atau pemimpin politik tetapi R.A Kartini dijadikan seorang pahlawan karena kecerdasannya, cara berfikirnya dan sudut pandangnya yang berbeda dengan orang pada masa itu, hal itu terbukti dengan surat-suratnya yang beliau tulis kepada seorang temannya di Belanda. Tetapi cara berfikirnya pada masa itu merupakan sesuatu yang kontroversial apabila sampai diketahui oleh orang Indonesia yang mengakibatnya akan bisa mendapatkan kosekuensi sosial atau bahkan mendapatkan sanksi-sanksi sosial seperti dikucilkan, tidak dihargai dan sebagainya,” ujar Karolin, Sabtu (04/05/19).

Untuk itu, lanjut Karolin mengatakan dimasa sekarang para wanita Indonesia bisa merasakan pemikiran dan sudut pandangnya pada masa itu, sehingga dimasa sekarang banyak wanita Indonesia yang bisa berkarya dibidang mereka masing-masing dengan perlakuan dan kesetaraan yang sama dengan laki-laki.

“Saat ini kita bisa melihat hasil pemikiran dan sudut pandang dari R.A Kartini dengan emansipasi wanita sehingga para wanita di Indonesia saat ini bisa berkarya dibidangnya masing-masing seperti menjadi dokter, tantara, polisi, bupati, walikota, gubernur, menteri bahkan menjadi seorang Presiden Indonesia yaitu Megawati Soekarno Putri. Untuk itulah saya berharap kepada generasi muda, para mahasiswa terutama untuk para wanita bisa melakukan perubahan serta memberikan pemikiran dalam memajukan Kalimantan Barat dan Indonesia kedepannya,” kata Karolin.

Baca ini : Sintang di Usia 657 Sintang Bersatu “Sintang Adalah Kita”


Baca ini : Ini Cara Karolin Hentikan Kekeerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Lebih jauh Karolin mengataka saat ini dirinya masih perihatin dengan permasalahan perempuan di Indonesia seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan terhadap perempuan serta kematian ibu dan anak yang masih sering terjadi di zaman sekarang. Sehingga diharapkan para perempuan di Indonesia khusunya di Kalimantan Barat bisa berperan dalam memerangi dan memberikan solusi terhadap hal tersebut.

“Kita juga masih prihatin dengan kekerasan terhadap perempuan serta kematian ibu dan anak yang zaman sekarang masih terjadi dan perlu diketahui R.A Kartini meninggal juga akibat pendarahan ketika melahirkan pada masa itu, tetapi di zaman sekarang kematian ibu melahirkan akibat pendarahan juga masih terjadi. Untuk itu kita memerlukan lebih banyak wanita untuk lebih banyak terlibat dalam kebijakan publik sehingga memiliki kredibilitas untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia,” tukas Karolin mengakhiri.*/


Laporan : Deckie


Bagikan :