Bupati Landak Tutup Naik Dango di Landak

Bupati Landak Tutup Naik Dango di Landak

Channeltujuh.com, NGABANG -- Kegiatan Naik Dango ke 34 di Kabupaten Landak telah berakhir. Setelah dilaksanakan selama empat hari acara ditutup secara resmi oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Bersamaan dengan acara penutupan ini juga diumumkan para juara sekaligus penyerahan piala bagi para pemenang yang mengikuti rangkaian perlombaan Naik Dango.

Kecamatan Ngabang yang juga merupakan tuan rumah Naik Dango ke 34 tahun 2019 terpilih sebagai juara umum, mengungguli 26 kontingen lainnya. 

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengapresiasi semua pihak yang terlibat mensukseskan kegiatan Naik Dango ke 34 tahun 2019, sehingga dapat berjalan baik dan lancar dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

"Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini mulai dari para peserta, panitia, pihak keamanan bahwa dalam pelaksanaan segala sesuatunya berjalan lancar, aman, dan tertib," ujar Karolin, Minggu (28/4/19) malam.

Menurut Karolin ada tiga hal yang menjiwai kegiatan Naik Dango untuk bisa menuju bangsa yang maju.

"Tiga hal yang kita harapkan bisa menjiwai kegiatan Naik Dango ini yaitu Berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. berkepribadian di bidang kebudayaan merupakan sarat mutlak untuk bisa menjadi bangsa yang maju," jelas Karolin.

Karolin merasa bangga dengan antusias masyarakat Dayak yang terus bersatu dari tiga kabupaten untuk berkumpul sehingga dalam perjalanannya kegiatan Naik Dango telah terlaksana sebanyak 34 kali.

"Kita harus bangga dengan Naik Dango  karena tidak ada acara semacam uni ditempat lain, yang acaranya diikuti oleh tiga kabupaten hanyalah naik dango Dayak Kanayatn yang sudah berlangsung 34 kali," ujar Karolin.

Sementara itu Ketua Panitia Naik Dango ke 34 tahun 2019, Alpius menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Naik Dango sudah berjalan dengan baik walaupun ada beberapa perlombaan sempat tertunda dikarenakan faktor cuaca.

"Seluruh kegiatan sudah berjalan sebagaimana yang kita harapkan, walaupun memang ada juga beberapa kegiatan yang terhambat pelaksanaannya karena faktor hujan tetapi sudah bisa terlaksana dihari berikutnya," jelas Alpius.

Alpius turut mengapresiasi semua pihak yang yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Naik Dango.

"Kami berterimakasih kepada semua pihak keamanan maupun peserta kontingen yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini sehingga pelaksanaannya bisa aman, damai dan tertib," kata Alpius.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Heri Saman mengungkapkan bahwa Naik Dango merupakan budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda.

"Melalui semua kegiatan Naik Dango mulai dari ritual adat hingga berbagai perlombaan membuktikan generasi muda sangat peduli dengan adat istiadat dan budaya," kata Heri Saman.

Lebih jauh Heri mengatakan untuk pelaksanaan Naik Dango selanjutnya di tahun 2020 mendatang telah ditunjuk Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah sebagai tuan rumah penyelenggara. Hal ini merupakan keputusan yang diambil bersama oleh semua pengurus adat melalui Bahaupm.

"Tahun depan kita ke Toho, untuk tahun ini ternyata antusias dari generasi muda Dayak sangat luar biasa, saya harap generasi muda tetap mewarisi seni dan budaya," tukas Heri mengakhiri.*/

Laporan : Deckie

Bagikan :