Jaga Budaya dan Adat, Kabupaten Landak Jadi Sorotan Kaum Millenial

Jaga Budaya dan Adat, Kabupaten Landak Jadi Sorotan Kaum Millenial

Channeltujuh.com, NGABANG -- Upaya Pemerintah Kabupaten Landak merawat dan menjaga kearifan lokal masyarakat adat ditunjukkan serius dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Landak Nomor 15 tahun 2017 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Dengan lahirnya Perda ini masyarakat adat memiliki hak untuk membentuk dan mengontrol sistem pendidikan mereka dan institusi-institusi yang menyediakan pendidikan dalam bahasa mereka sendiri, dalam suatu cara yang cocok dengan budaya mereka tentang pengajaran dan pembelajaran.

Baca ini : Jelang Naik Dango, SAS Gelar Pendidikan Adat

Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi masyarakat daerah lain untuk datang ke Kabupaten Landak agar bisa belajar mengelola masyarakat adat melalui  pendidikan adat dengan wilayah adat.

Antusiasme itu ditunjukan dengan hadirnya kaum muda dari berbagai daerah diluar Kabupaten Landak mulai dari Kabupaten Ketapang, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah dan Bogor di acara Pelatihan Keterikatan Pendidikan Adat dengan Wilayah Adat di Kabupaten Landak yang diselenggarakan oleh Sekolah Adat Samabue (SAS) bekerjasama dengan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Rabu 24 April 2019 (kemarin-red).

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak, Heri Saman mengatakan bahwa adat istiadat perlu diwariskan pada generasi muda agar kepedulian terhadap adat dapat diteruskan.

“Cita-cita kita semua bahwa memang harus ada yang peduli dengan adat dan lembaga adat terutama di kalangan anak muda, jadi adat istiadat ini harus diwariskan kepada generasi muda,” kata Heri, Kamis (25/4/19).

Cara yang dapat dilakukan untuk mewariskan adat kepada generasi muda, lanjut Heri mengatakan, salah satunya melalui pendidikan adat yang diajarkan secara turun temurun dengan metode tertentu.

Baca ini : Melihat Lebih Dekat IRAU Kaltara, Festival Tahunan Bumi Malinau


Baca ini : Jaga Kearifan Lokal Desa Beginci Darat, Kodim 1203/Ketapang Gelar Ritual Adat

"Pendidikan adat berfokus pada pengajaran tentang pengetahuan tradisional dengan menggunakan metode-metode tradisional yang beragam  yang dipraktekkan secara turun temurun dalam komunitas adat," jelas Heri.

Lebih jauh Heri mengatakan, pendidikan adat merupakan upaya untuk meningkatkan pengakuan terhadap sistem-sistem yang berlaku di komunitas adat, serta merupakan respon terhadap menghilangnya pengetahuan tradisional sebagai akibat dari proses globalisasi dan modernisasi.

“Selain dijadikan strategi untuk memperkuat identitas dan eksistensi dari komunitas, pendidikan adat secara umum bertujuan untuk memanfaatkan, mempromosikan, serta meningkatkan kesadaran akan tradisi masyarakat serta mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di komunitas adat,” tukas Heri mengakhiri.*/


Laporan : Deckie


Bagikan :