Hadiri Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019, Kasdam Tanjungpura Ingatkan TNI Netral

Hadiri Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019, Kasdam Tanjungpura Ingatkan TNI Netral

Channeltujuh.com, KUBU RAYA – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi yang diwakili Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigadir Jenderal TNI Alfred Denny D. Tuejeh menghadiri acara Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019 di Provinsi Kalimantan Barat, yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bertempat di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Acara deklarasi juga dihadiri oleh Kapolda Kalimantan Barat, Kabinda Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat, Ketua KPU Kalimantan Barat, Ketua Bawaslu Kalimantan Barat, Walikota Pontianak, Bupati Kubu Raya, para Calon Legislatif (Caleg), Pengurus seluruh Partai Politik serta perwakilan tim pemenangan daerah Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam sambutannya Kasdam XII/Tanjungpura, Brigadir Jenderal TNI Alfred Denny D. Tuejeh mengatakan, dalam rangka mengawal pesta demokrasi di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Kodam XII/Tanjungpura telah mempersiapkan sebanyak tujuh batalyon untuk membantu tugas Kepolisian dalam melaksanakan pengamanan Pemilu 2019 di wilayah Kalimantan Barat.

"Selain pengamanan Pemilu, kita juga membantu KPU dalam pendistribusian logistik Pemilu," kata Alfred, Senin (11/3/19).

Baca Ini : 16 Jembatan Terbangun di Desa Sekais, dari Program TMMD 104


Baca Ini : Achmad Supriyadi : Konsep Efektif dan Efisien Cegah Karhutla

Alfred juga mengatakan sampai dengan saat ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap akan menjaga netralitas. Dirinya menegaskan jangan sampai ada perorangan maupun institusi yang mengajak atau mempengaruhi TNI untuk terlibat dalam politik praktis karena sudah menjadi komitmen di negara ini bahwa TNI harus bersikap netral.

“Melalui sikap netral inilah menjadi modal dan landasan kami untuk mengawal jalanya pesta demokrasi dengan baik,” ujar Alfred.

Dalam kesempatan tersebut Alfred mengajak seluruh masyarakat di Kalimantan Barat untuk mewaspadai maraknya berita-berita bohong (hoax) di media sosial. 

"Kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu provokatif yang ada di media sosil (medsos) karena dapat merusak sistem demokrasi dan sistem politik dalam negara," pungkas Alfred.*/


Laporan : Sumber Pendam XII/Tanjungpura.

Editor : Devi Lahendra


Bagikan :