Pendam Mulawarman Gelar Pelatihan Jurnalistik, untuk Prajurit Perbatasan

Pendam Mulawarman Gelar Pelatihan Jurnalistik, untuk Prajurit Perbatasan

Channeltujuh.com, SAMARINDA -- Kegiatan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Penerangan Daerah Militer (Pendam) VI Mulawarman yang dipusatkan di Media Center Markas Komando Daerah Militer (Makodam) Mulawarman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino, menjelaskan pelatihan diikuti sebanyak 35 perwakilan dari Komando Distrik Militer (Kodim) jajaran Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) serta Batalyon Infanteri (Yonif) 611/Awang Long serta beberapa personel Pendam VI/Mulawarman. 

"Untuk materi yang diberikan dalam pelatihan kali ini yaitu cara membuat berita, rilis, maupun cara mengambil gambar dan video. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit di bidang jurnalistik. Peserta pelatihan terdiri dari para personel Satkowil jajaran Korem 091ASN yang berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang dilaksanakan mulai Senin 4 Maret hingga Rabu 6 Maret 2019," jelas Dino, Kamis (7/3/19).

Dino berharap melalui pelatihan jurnalistik, semua jajaran Kodim dapat membuat publikasi kegiatan masing-masing sesuai dengan norma-norma dan kaidah jurnalistik yang berlaku.

"Ada yang berbeda setelah belajar bagaimana cara menulis berita yang benar, pemilihan kata yang baik, tata bahasa, kemudian penulisan yang formal, termasuk bagaimana cara mengambil gambar yang memiliki nilai dan cerita," kata Dino.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan asal Kodim Kutai Barat, Serda La Nasilu mengaku sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan jurnalistik.

"Alhamdulillah, dibandingkan teman-teman lain yang di Kodim saya bisa berkesempatan ikut. Saya dapat ilmu banyak, terutama cara menulis berita, mengambil gambar serta video yang baik dan benar," ujar La Nasilu.

Dengan lokasi Kabupaten Mahakam Ulu yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia, lanjut La Nasilu berharap agar hasil dari pelatihan tersebut akan berguna untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang aktivitas yang terjadi di perbatasan.

"Hanya saja kendala kami di perbatasan adalah sinyal, dan biasanya kejadian yang terjadi hari ini baru akan tersampaikan besoknya. Jadi dengan pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana cara kerja jurnalistik," pungkas La Nasilu.*/


Laporan : Sumber Penrem 091/ASN

Editor : Devi Lahendra


Bagikan :