Kalbar Kekurangan Guru, Kodam XII/Tanjungpura Ambil Tindakan

Kalbar Kekurangan Guru, Kodam XII/Tanjungpura Ambil Tindakan

Channeltujuh.com, KUBU RAYA – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi membuka acara pembekalan tenaga pengajar di perbatasan Indonesia Malaysia, di aula Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

Yang dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) XII/Tanjungpura, Komandan Resor Militer (Danrem) 121/Alambhana Wanawai, Kepala Perwakilan Kementrian Pertahanan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Kepala Dinas Kabupaten Kubu Raya.

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi dalam sambutannya menyampaikan kepada semua komponen yang ada di Kalimantan Barat agar berpikir mensejajarkan Provinsi Kalimantan Barat dengan provinsi lain, sehingga dapat melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. 

“Untuk tahap awal, kita kirim 100 orang untuk membantu mengisi kekurangan tenaga pengajar di Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Kita sudah punya datanya sehingga nanti tinggal masuk ke daerah sampai dengan ada kesiapan dari pemerintah daerah, dan hal ini akan saya laporkan ke komando atas untuk dijadikan model operasi pendidikan diperbatasan dan di daerah terpencil. Karena tinggal di ujung wilayah bukan salah mereka ada di daerah terpencil, karena mereka terlahir di daerah tersebut,” kata Achmad, Rabu (6/4/19). 

Dikatakan Achmad, dengan dibentuknya Satuan tugas Pendidikan merupakan bagian dari tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni membantu pemerintah daerah.

"Kegiatan ini akan terus kami gulirkan dan tugas mereka ini adalah membantu dalam mengisi kekosongan tenaga guru Sekolah Dasar (SD) maupun guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah perbatasan. Tenaga pengajar TNI ini kami siapkan untuk bertugas selama pemerintah belum siap dengan menempatkan guru di daerah tersebut. Jadi selama belum ada guru disana mereka tetap kami tugaskan mengisi kekosongan tenaga pengajar, mereka ini nantinya akan tergabung dalam Satuan tugas Pendidikan dan beroperasi untuk daerah terpencil dan daerah perbatasan," terang Achmad. 

Ditempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan dengan adanya program TNI membentuk Satuan Tugas Pendidikan, merupakan terobosan baru untuk mengatasi kekurangan guru di daerah  perbatasan.

"Saya sangat mendukung dan mudah mudahan ini bisa dijadikan sebagai model dalam penanganan kekurangan guru yang saat ini menjadi permasalahan terbatasnya guru di perbatasan," pungkas Sutarmidji.*/


Laporan : Sumber Pendam XII/Tanjungpura

Editor : Devi Lahendra


Bagikan :