Peduli Hak Tanah Rumah Ibadah, Baru Jokowi yang Berani Lakukan Terobosan ini

Peduli Hak Tanah Rumah Ibadah, Baru Jokowi yang Berani Lakukan Terobosan ini

Channeltujuh.com, PONOROGO -- Kasus sengketa lahan wakaf dengan ahli waris lahan banyak terjadi di sejumlah wilayah. Masalah itu muncul apabila ada pihak ahli waris yang mempermasalahkan status tanah wakaf di saat tidak adanya sertifikat tanah.

"Di Jakarta ada tanah wakaf, sudah dibangun masjid besar, karena letaknya di pusat kota. Dulunya tidak ada masalah, tapi belum pegang sertifikat. Karena harga tanah sudah Rp120 juta (per meter persegi) ahli waris mulai mengungkitnya. Dan sengketa akhirnya muncul, " Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah wakaf di Masjid Ar-Rahmah, Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/1/19).

Dikatakan Jokowi, ketiadaan sertifikat menjadikan bangunan yang berada di atas tanah wakaf rawan digugat. Tanah wakaf biasanya dipakai untuk tempat ibadah, seperti Masjid, Musala, pesantren, maupun yayasan pendidikan. Meski demikian, tak banyak tanah wakaf yang di atasnya sudah berdiri bangunan itu memiliki sertifikat.

"Sekarang kalau sudah pegang sertifikat, saya kira semuanya nyaman dan aman secara hukum. Jelas di situ tertera nama, luas, kepemilikan, beserta status hak hukum atas tanah yang ada," ujar Jokowi.

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur kali ini, Jokowi menyerahkan 213 sertifikat untuk tanah wakaf di Jawa Timur. Bidang tanah wakaf yang kini bersertifikat tersebut tersebar di enam kabupaten, yakni Ponorogo dengan 60 bidang tanah, Trenggalek dengan 28 bidang tanah, Tulungagung dengan 20 bidang tanah, Pacitan dengan 35 bidang tanah, Ngawi dengan 20 bidang tanah, dan Bojonegoro dengan 50 bidang tanah.

"Ini sudah kita serahkan tidak hanya di Jawa Timur. Di Aceh, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, semuanya. Terutama kita prioritaskan untuk tanah-tanah wakaf yang berkaitan dengan Masjid dan Musala. Karena banyak masalah-masalah yang ada di situ," tuturnya.*/


Laporan : Omar Syam 

Editor : Deckie


Bagikan :