Meriahkan Festival Danau Sentarum, Dua Musisi Sape

Meriahkan Festival Danau Sentarum, Dua Musisi Sape

Channeltujuh.com, PUTUSSIBAU – Festival Danau Sentarum yang di gelar di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat berlangsung sejak tanggal 25 Oktober hingga 28 Oktober 2018 yang menampilkan berbagai pameran serta perlombaan.

Penampilan musik sape’ yang dibawakan dua orang musisi sape’ dari dua negara yang berbeda, yakni Fery Sape’ yang merupakan musisi sape’ asal dari Indonesia dan Munirih Anak Jebeni asal dari Malaysia, menjadi perhelatan yang menarik di malam kedua Festival Danau Sentarum tahun 2018 ini.

Tak ayal penampilan kedua musisi sape’ di malam kedua Festival Danau Sentarum menjadi sajian instrument music lokal khas Dayak yang mampu menjadi musik etnik dan sudah menjadi musik etnik dunia. 

Dalam penampilan Fery sape’ membawakan instrument datun julud dan instrument livang, sedangkan Munirih mambawakan instrument datum julu’d dan lan e tuyang, serta kolaborasi instrument musik pamung ja’e.

Ditemui usai menghibur para pengunjung di Festival Danau Sentarum, Fery sape’ memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Danau Sentarum. Menurutnya, festival tersebut harus diagendakan dan di kemas sebaik mungkin sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Taman Nasional Danau Sentarum.

“Selain senang dengan di gelarnya Festival Danau Sentarum, saya juga mengapresiasi pemerintah daerah yang telah menyelenggarakan festival ini. Disini kita juga turut melestaraikan serta memperkenalkan musik sape’ yang merupakan musik khas masyarakat Dayak, " ucap Fery, Jumat (26/10/18).

Ditempat yang sama, Munirih yang merupakan musisi sape’ asal Serawak – Malaysia menyampaikan rasa bangga kerena telah menjadi bintang tamu di Festival Danau Sentarum tahun 2018.

“Saya sangat senang karena masyarakat sangat antusias dengan penampilan musik sape’ dan di Kalimantan Barat ini sangat berbeda dengan negara kami yang belum antusias dengan musik etnik sape’ terutama pada generasi mudanya yang menganggap sape’ merupakan alat musik yang wajib dipelajari. Semoga di festival tahun depan lebih banyak lagi musisi sape' yang ikut ambil bagian, " pungkas Muniri.*/

Laporan : Deckie


Bagikan :