Junjung Niat Sang Putri, Presiden Dayak Turun Gunung

Junjung Niat Sang Putri, Presiden Dayak Turun Gunung

 

Oleh : Deckie

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis mengunjungi Cagar Budaya Rumah Panca Puntu Mang Pihit yang berlokasi di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Didampingi sang isteri, Frederika Cornelis, dan putrinya yang juga bakal calon Gubernur Kalimantan Barat 2018, Karolin Margret Natasa bersama Bupati dan Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan Yohanes Ontot, beserta undangan lainnya. Mantan Gubernur Kalbar dua periode itu berjalan kaki menuju lokasi cagar budaya yang telah berusia ratusan tahun tersebut.

Kedatangan mantan orang nomor satu di Kalimantan Barat, disambut oleh pemuka adat dengan upacara penyambutan tabur beras kuning disertai lantunan doa dalam bahasa Dayak Paus. Selain itu, rombongan disuguhkan minuman tuak khas Suku Dayak sebelum melangkah masuk ke halaman Rumah Panca Puntu Mang Pihit.

“Ya hari ini saya beserta istri dan anak saya, datang langsung menginjungi situs cagar budaya yang dimiliki oleh suku Dayak yang ada di Kabupaten Sanggau, “ ucap Cornelis, Kamis (1/2/18).

Sebelum menaiki anak tangga menuju lantai dua bangunan, Cornelis diminta untuk berdiri di tiang utama bangunan yang berada ditengah-tengah bangunan kemudian memeluknya dengan kedua tangannya. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur niatan hati putra Dayak tersebut untuk mewujudkan cita-citanya kedepan.

Tak ayal hal serupa juga dilakukan oleh, Karolin Margret Natasa. Tiang utama tersebut dikenal dengan sebutan Bujang Swandang yang terbuat dari satu batang kayu ulin dengan tinggi mencapai 7,22 m dan berdiameter 53 cm dengan ditutupi kain berwarna merah.

“Tadi saya diminta untuk memeluk tiang Bujang Swandang, inilah budaya leluhur yang harus kita jaga sampai nanti. Jangan sampai kita tergerus oleh jaman yang semakin maju. Adat istiadat dan budaya kita harus kita jaga dan harus kita lestarikan, “ kata Cornelis.

Dalam ritual selanjutnya ombongan diperkenankan untuk menaiki anak tangga menuju lantai dua bangunan. Diruangan yang berukuran panjang sekitar enam meter, lebar dua meter serta tinggi mencapai empat meter. Ruang ini difungsikan untuk menyimpan benda-benda yang dikeramatkan oleh Suku Dayak Paus berupa tengkorak kepala manusia, tanduk rusa, guci, tombak, gong serta benda peninggalan kebudayaan Dayak Paus lainnya.

Dengan dipandu oleh Tokoh Adat setempat, Cornelis beserta rombongan melakukan upacara adat yang bertujuan menyampaikan niatan atau cita-cita kedatangan rombongan. Selain itu, hal tersebut dilakukan Cornelis bertujuan untuk melestarikan adat dan tradisi Suku Dayak Paus.*/

 

Bagikan :