Presiden dan Bupati Sintang Resmikan Proyek Tempunak

Presiden dan Bupati Sintang Resmikan Proyek Tempunak

Channeltujuh.com, SINTANG – Pembangunan tiga proyek yang berlokasi di Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yakni tiga buah pembangkit listrik tenaga air kecil/hidro mikro (PLTMH), dua buah pipanisasi air bersih dan satu unit homestay yang diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, serta dihadiri langsung Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang juga mantan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis.

Dalam peresmian tiga proyek tersebut dilakukan secara simbolis dengan menandatangani sejumlah prasasti, oleh Bupati Kabupaten Sintang dan Presiden MADN serta sekaligus peninjauan ruangan homestay. Peresmian tiga proyek di Tempunak juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward dan Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa. 

Dalam sambutannya, Jarot menyampaikan pujian kepada Keling Kumang Group atas kerja kerasnya sehingga dapat menjadi contoh proses reformasi koperasi, dalam langkahnya merehabilitasi, mereorientasi dan pengembangan usaha, yang bersentuhhan langsung dengan pembangunan energi hijau di Kabupaten Sintang.

“Inilah kearifan lokal kita, menunjukkan cara kita berhubungan dengan Tuhan, alam dan sesama manusia, mengusahakan keselasaran dan keseimbangan. Harus demikianlah hidup, pembangunan yang seimbang pada bidang ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, dengan prinsip menjaga lingkungan dan memakmurkan hidup kita,” kata Jarot, Selase (30/1/18).
 
Dikatakan Jarot, bahwa pembangunan tersebut tentu tidak berhenti hanya disini. Kawasan Lingkar Saran akan menjadi sumber hidup bagi penarikan air baku untuk sumber air minum bagi masyarakat Sintang. Bendungan akan segera dibangun. Pipanisasi air sejauh 89 km dari mata air di Bukit Saran akan ditarik sampai ke kota Sintang, yang mana pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2018 ini.
 
“Selain tiga proyek ini yang kita resmikan, tahun ini kita juga akan menyelesaikan bebrapa program proyek yang nantinya akan dinikmati langsung oleh masyarakat Sintang,” pungkas Jarot.
 
Ditempat yang sama, Presiden MADN, Cornelis menyampaikan apresisasi sekaligus mengingatkan pentingnya langkah pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Sintang.
 
“Apa yang kita lakukan dengan pembangunan ini, semunya adalah kegiatan kemanusiaan, dalam rangka menyelamatkan manusia dengan melestarikan hutan, dan alam kita. Hutan hujan tropis kita ini di jantung Kalimantan, yang berperan penting untuk mengantisipasi perubahan iklim, yang berdampak langsung pada dunia, ” pungkas Cornelis.
 
Hal senada juga dikatakan, Yohanes, selaku penanggungjawab program memaparkan bahwa tujuan akhir dari program ini untuk menjaga hutan adat yang ada. Program yang disebut dengan program penguatan ekonomi hijau lokal melalui pemberdayaan masyarakat adat dan pemulihan lingkungan (proyek self help green -SHG). Yang mana program tersebut merupakan kerja sama antara berbagai non government organization (NGO) Yayasan Kehati dan millenium challenge America-indonesia (MCA-I). Dan telah dimulai pada tahun 2016, dengan kegiatan dilakukan oleh konsorsium pemberdayaan ekonomi hijau  (KUJAU Kalbar). 
 
"Ruang lingkup proyek ini meliputi aktivitas pemberdayaan terutama kaum perempuan, budidaya, peningkatan produktivitas, pengelolaan kawasan serta mendorong ketahanan energi melalui pengadaan energi terbarukan, " jelas Yohanes.*/


Laporan : Deckie

Bagikan :