Cegah Gizi Buruk, Ini yang Dilakukan Sekda Sintang

Cegah Gizi Buruk, Ini yang Dilakukan Sekda Sintang

Channeltujuh.com, SINTANG -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Jeffray Edward membuka acara rapat finalisasi hasil review rencana aksi daerah pangan dan gizi di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya Yosepha menerangkan bahwa upaya penanganan gizi tidak hanya menjadi persoalan kesehatan semata, tetapi diperlukan kebijakan, strategi, regulasi dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat dan lembaga serta stakeholder terkait. Jika merujuk dari data pemantauan status gizi (PSG) balita di Kalimantan Barat, angka stunting di Kabupaten Sintang tahun 2015-2017 menduduki di angka 44,1% (persen).

“Jelas masalah gizi merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus, karena hal ini  mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Dan salah satu fokus pemerintah saat ini, masalah stunting pada anak sebagai akibat dari kekurangan gizi,” tegas Yosepha, Rabu (24/1/18)

Dijelaskan Yosepha, bahwa berbagai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah daerah dalam upaya mendukung pencegahan dan pengurangan stunting. Baik yang dimulai dengan kegiatan program promosi kesehatan, program perbaikan gizi masyarakat, program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita, program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan revitalisasi posyandu.

“Selain itu kita juga ada program keluarga harapan yang tersebar di 14 kecamatan, program generasi sehat cerdas di 5 lima kecamatan. Dan salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi stunting dengan menyusun rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG), ” ungkap Yosepha.

Sementara itu, Ketua DPRD, Jeffray Edward menyebutkan bahwa pihaknya sangat mendukung segala kegiatan yang telah dilakukan pemerintah bersama dengan berbagai stakeholder terkait dalam kampanye gizi nasional dan pencegahan stunting.

“Saya rasa masalah stunting ini adalah masalah yang serius, sangat perlu kita perhatikan, dan harapan kita melalui program ini semoga semua pelayanan ibu hamil dan anak bayi harus maksimal,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda kabupaten Sintang, Kartiyus memaparkan profil program kampanye gizi Nasional-cegah stunting di Kabupaten Sintang.

“Kegiatan kampanye gizi nasional yang dilaksanakan pada Juli 2017 hingga Februari 2018 kita lakukan di lima kecamatan, yaitu di Kecamatan Kayan hilir, Ketungau Hulu, Kelam Permai, Binjai Hulu, dan Sungai Tebelian. Dengan capaian total 92 desa, kelas Ibu hamil ada 99 kegiatan dan kegiatan aktivasi posyandu ada 117 kegiatan,” terang Kartiyus.*/

 

Laporan : Sumber Humas Setda Pemkab Sintang

Editor : Deckie

 

Bagikan :